Pages

KISAH ABU NAWAS


Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan nama itu, seseorang yang menjadi legenda karena syair-syairnya atau mungkin karena dia adalah seorang sosok yang jenaka.

Namun ada beberapa hal menarik tentang kisah Abu Nawas ini.
Pertama, Ia merasa dirinya adalah orang Persia meskipun dia lahir di sebuah kota di Iran bernama Ahwaz pada tahun 130 Hijriyah/747 Masehi.
Kedua, Abu Nawas ini di daerah asalnya terkenal dengan sebutan Abu Nuwas. Entah darimana asalnya dan kapan serta kenapa Abu Nuwas berubah menjadi Abu Nawas di Indonesia.
Ketiga, Abu Nawas (saya jadi ikut"an deh hehe...) adalah salah seorang penyair yang hidup pada masa pemerintahan Harun Al-Rasyid dan ia adalah salah seorang sastrawan kondang pada saat itu bahkan sampai sekarang. Tetapi mungkin sedikit orang yang tau bahwa dia adalah seorang penyair yang (katanya) menganut faham Hedonisme yaitu sebuah faham yang lebih mengutamakan kesenangan dunia semata.
Keempat, Orang tua Abu Nawas adalah orang biasa saja. Menurut sumber yang saya baca ayah Abu Nawas adalah salah seorang serdadu Dinasti Bani Umayyah pada masa pemerintahan Marwan bin Muhammad, khalifah terakhir pada dinasti Bani Umayyah. Sedangkan ibunya adalah seorang wanita miskin yang bekerja sebagai tukang cuci kain wol yang terbuat dari bulu domba.
Karena Abu Nawas ini adalah seorang penyair yang "bergajul", lidahnya sering kali tidak terkontrol dalam berbicara bahkan bersyair. Ada satu kejadian dimana Abu Nawas memplesetkan ayat-ayat Suci Al-Qur’an. Abu Nawas pun pernah diajukan ke pengadilan, karena dituduh menghina Al-Qur’an. Salah satu bait syair yang dinilai mengujat Al-Qur’an itu adalah sebagai berikut :
Biarlah mesjid-mesjid itu dipenuhi orang yang salat

Ayolah kita minum khamar sepuasnya

Tuhan pun tidak pernah mengatakan

“Neraka wail bagi para pemabuk”

Tuhan hanya berfirman
“Neraka wail bagi orang yang salat”
Karena dipandang telah melecehkan Al-Qur'an diapun dijatuhi hukuman mati, tapi alangkah beruntungnya Abu Nawas karena Harun Al-Rasyid pada waktu itu memberikannya grasi dan memberinya kesempatan untuk bertaubat.
Namun pada akhir hayatnya ia bertaubat dari segala dosanya. ia mengaku secara tulus dihadapan tuhan tentang dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Bahkan pengakuan itupun ia senandungkan lewat sebuah syair yang terkenal dan sering disenandungkan sampai saat ini.
berikut kutipan syair nya :  
إلهى لست للفردوس احلا
ولا اقوى على النار الجحيم
فهب لي توبة واغفر ذنوب
فانك غافرالذنب العظيم
ذُنُبِيْ مِثْلُ أًًَعْدَادِ الرِّمَالِ
فَهَبْ لِي تَوبَةًَ يَا ذَالْجَلاَل
وَعُمْرِيْ نَاقِصٌُ فِي كُلِّ يَوْمٍِ
وَذَنْبِيْ زَائِدٌُ كَيْفَ احْتِمَالِى.
إِلٰهِى عَبْدُكَ الْعَاصِى أَتَاكَ
مُقَرًَّا بِالذَّنْوبِ وَقَدْ دَعَاكَ.
فَاِنْ تَغْفِرْفَأَنْتَ لِذَألِكَ أَهْلٌُ
وإِتَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ.
artinya :
Oh…Tuhanku, aku tak layak menjadi penghuni surga,
Tapi aku tidak tahan jika engkau masukan ke dalam neraka jahim-Mu.
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku,
Engkau sungguh maha mengampuni segala dosa.
Dosaku bagaikan bilangan pasir,
Berilah aku kesempatan taubat wahai Yang Maha Agung.
Tiap hari umurku berkurang, dosaku terus bertambah, bagaimana aku menanggungnya?
Tuhanku, hamba-Mu yang penuh dosa ini telah dating kepada-Mu.
Mengakui dosa-dosanya dan memanggil nama-Mu.
Jika Engkau ampuni, Engkau memang yang berhak mengampuninya.
Sekiranya Engkau tolak, siapa lagi yang kami harapkan selain Engkau?”

Sumber “ENSIKLOPEDI MINI Sejarah & Kebudayaan Islam”
Semoga bermanfaat.

0 comments:

Posting Komentar

Semoga lebih baik

My Friend's Banner

The Republic of Indonesia Blogger Link Tea Dofollow Blog Community